Catatan Faidah (2):
SABAR DALAM KETAATAN
Syaikh Ibnu 'Utsaimin -rahimahullah- berkata dalam syarah Riyadhus Shalihin:
Sabar dalam ketaatan kepada Allah adalah sesuatu yang memberatkan jiwa dan menyulitkan insan. Adakalanya memberatkan badan ketika seseorang mengalami kelemahan dan keletihan. Terkadang memberatkan dari segi finansial, semisal zakat dan haji.
Jadi, dalam ketaatan ada sesuatu yang memberatkan, baik jiwa maupun raga. Oleh karenanya dibutuhkan kesabaran.
Allah ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung" (QS Ali Imron: 200)
SABAR DALAM KETAATAN
Syaikh Ibnu 'Utsaimin -rahimahullah- berkata dalam syarah Riyadhus Shalihin:
Sabar dalam ketaatan kepada Allah adalah sesuatu yang memberatkan jiwa dan menyulitkan insan. Adakalanya memberatkan badan ketika seseorang mengalami kelemahan dan keletihan. Terkadang memberatkan dari segi finansial, semisal zakat dan haji.
Jadi, dalam ketaatan ada sesuatu yang memberatkan, baik jiwa maupun raga. Oleh karenanya dibutuhkan kesabaran.
Allah ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung" (QS Ali Imron: 200)










