“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33) * Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".(QS Yusuf: 108)

Cari Blog Ini

Sabtu, 22 Juni 2024

catatan Faidah 2 : Sabar Dalam Ketaatan

Catatan Faidah (2):
SABAR DALAM KETAATAN

Syaikh Ibnu 'Utsaimin -rahimahullah- berkata dalam syarah Riyadhus Shalihin:

Sabar dalam ketaatan kepada Allah adalah sesuatu yang memberatkan jiwa dan menyulitkan insan. Adakalanya memberatkan badan ketika seseorang mengalami kelemahan dan keletihan. Terkadang memberatkan dari segi finansial, semisal zakat dan haji.

Jadi, dalam ketaatan ada sesuatu yang memberatkan, baik jiwa maupun raga. Oleh karenanya dibutuhkan kesabaran.

Allah ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung" (QS Ali Imron: 200)

Catatan Faidah 1: Definisi Sabar

Catatan Faidah (1)

Sabar (as Shobr) secara bahasa maknanya adalah Al habs (menahan).

Adapun sabar secara syariat maknanya adalah menahan diri (bersabar) terhadap tiga hal:
Pertama:  Sabar dalam menjalani ketaatan kepada Allah.
Kedua: Sabar dalam menjauhi hal-hal yang dilarang Allah.
Ketiga: Sabar atas ketetapan takdir Allah yang tidak disukai.

Inilah tiga kesabaran yang disebutkan oleh para ulama.

Rabu, 24 Mei 2023

SHADAQAH ADALAH BUKTI KEIMANAN HAMBA


Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الصدقة برهان
"...Shadaqah adalah bukti..." (HR Muslim)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata dalam penjelasan hadits ini:

الصدقة: بذل المال تقربا إلي الله- عز وجل- فيبذل المال على هذا الوجه للأهل، والفقراء، والمصالح العامة، كبناء المساجد وغيرها؛ برهاناً على إيمان العبد، وذلك أن المال محبوب إلي النفوس، والنفوس شحيحة به، فإذا بذله الإنسان لله، فإن الإنسان لا يبل ما يحب إلا لما هو أحب إليه منه. فيكون في بذل المال لله- عز وجل- دليل على صدق الإيمان وصحته. ولهذا تجد أكثر الناس إيماناً بالله- عز وجل- وبإخلافه؛ تجدهم أكثرهم صدقة

Shadaqah yaitu mengeluarkan harta dalam rangka beribadah kepada Allah -azza wa jalla-. Mengeluarkan harta untuk keluarga, orang-orang fakir, untuk kemaslahatan bersama seperti mendirikan masjid dan yang semisalnya merupakan bukti keimanan seorang hamba. Hal itu karena harta sangatlah dicintai oleh jiwa, dan jiwa sangat bakhil dengan harta. Seseorang tidaklah mengorbankan sesuatu yang dicintainya kecuali untuk sesuatu yang lebih dicintainya. Oleh karenanya, membelanjakan harta karena Allah 'azza wa jalla adalah bukti kejujuran dan kebenaran iman. Sehingga engkau dapati kebanyakan manusia yang lebih kuat keimanannya kepada Allah 'azza wa jalla daripada yang lain nya, mereka lebih dermawan.

Syarah Riydhus Shalihin Ibnu Utsaimin 


KESABARAN ADALAH CAHAYA


Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah potongan hadits:
وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ
"...Dan kesabaran adalah cahaya..." (HR Muslim)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam Syarah kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan:

وأما الصبر فقال: ((إنه ضياء)) فيه نور؛ لكن نور مع حرارة، كما قال الله تعالي) هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُوراً) (يونس: من الآية٥) .

فالضوء لابد فيه من حرارة، وهكذا الصبر، لابد فيه من حرارة وتعب، لأن فيه مشقة كبيرة، ولهذا كان أجره بغير حساب.

فالفرق بين النور في الصلاة والضياء في الصبر، أن الضياء في الصبر مصحوب بحرارة؛ لما في ذلك من التعب القلبي والبدني في بعض الأحيان.

"Adapun kesabaran beliau katakan sebagai ضياء yang ada cahaya padanya. Namun cahaya yang disertai panas. Sebagaimana firman Allah ta'ala:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُوراً
"Dialah Allah yang telah menjadikan matahari bercahaya dan bulan bersinar" (Yunus : 5)
Ad Dhau' adalah cahaya yang mengandung panas. Demikian pula kesabaran tentulah ada panas dan keletihan di dalamnya. Sebab, di dalam kesabaran terdapat kesulitan yang besar oleh karenanya pahalanya tidak terbatas.
Adapun perbedaannya antara nur (cahaya) dalam shalat* dan dhiya' (cahaya) dalam sabar adalah karena cahaya dalam kesabaran disertai panas yang terkadang ada keletihan emosional dan fisik di dalamnya"

Syarah Riydhus Shalihin Ibnu Utsaimin rahimahullah hal 97.

*) Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dalam potongan hadits yang sama dengan potongan hadits di atas:
و الصلاة نور 
"...shalat adalah cahaya..." (HR Muslim)


DEKATNYA HAMBA KEPADA ALLAH KETIKA SUJUD


Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Paling dekatnya seorang hamba kepada Rabbnya (Tuhannya) adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdo'a " (HR Muslim)

Di antara do'a yang dibaca nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam sujudnya adalah: 

اللَّهُمَّ اغفِرْ لي ذَنبي كُلَّهُ: دِقَّه وجِلَّهُ، وأَوَّله وَآخِرَهُ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّه
"Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang terang terangan maupun tersembunyi" (HR Muslim)

Minggu, 21 Mei 2023

JANGAN JAUH DARI ALLAH



Ibnul Qayyim rahimahulloh berkata: 
"Dengan Allah, setiap yang sulit menjadi mudah, yang susah menjadi gampang, yang jauh menjadi dekat. Dengan Allah, hilang segala kesedihan,  kekhawatiran, dan kesedihan. Tiada kesedihan, kekhawatiran, dan kesedihan bersama Allah".

Ad Daa' wad dawaa' 436
#mintobasuki #santrimintobasuki 
‏قـــال ابن القيم رحمه الله :
بالله يهون كل صعب ويسهل كل عسير
ويقرب كل بعيد وبالله تزول الهموم والغموم والأحزان فلا همّ مع الله ولا غمّ ولا حزن .

📚[‌الداء والدواء 436]

https://twitter.com/aqwal_ahl_alelm/status/1660047275647725569?t=8JVbI_as__IsuIFL4yYBzQ&s=19

DEKATNYA HAMBA KEPADA ALLAH KETIKA SUJUD


Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Paling dekatnya seorang hamba kepada Rabbnya (Tuhannya) adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdo'a " (HR Muslim)

Di antara do'a yang dibaca nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam sujudnya adalah: 

اللَّهُمَّ اغفِرْ لي ذَنبي كُلَّهُ: دِقَّه وجِلَّهُ، وأَوَّله وَآخِرَهُ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّه
"Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang terang terangan maupun tersembunyi" (HR Muslim)